Perbandingan OpenLiteSpeed dengan Nginx dan Apache

Perbandingan OpenLiteSpeed dengan Nginx dan Apache

 

Menurut statistik yang sudah KOOI dapatkan, banyak sekali pertanyaan dibenak orang orang mengenai “Perbandingan OpenLiteSpeed dengan Nginx dan Apache“. Jadi disini, KOOI akan berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan analisa penulis.

Perbandingan

Berdasarkan dari hasil burst test pada sebuah simulasi percobaan melakukan 10000 request dari 100 orang secara bersamaan, kita dapat melihat bagaimana ketiga web server tersebut menangani file file statis dan file script php sederhana.

Pada percobaan tersebut, CMS WordPress digunakan untuk melakukan percobaan tersebut. Cache merupakan hal yang penting untuk sebuah website, dan tentu saja, setiap server sudah disesuaikan untuk masing masing web server berbeda agar bekerja dengan maksimal.

Hasil

Pada bagan berikut ini akan menjelaskan perbedaan dari ketiga web server tersebut selama rangkaian pengujian. Semakin besar angkanya, maka semakin baik hasilnya.

 Pada bagan tersebut, kita mendapati bahwa :

  • Apache dapat menerima 12416 permintaan file static dalam satu detik
  • Nginx dapat menerima 26003 permintaan file static dalam satu detik
  • OpenLiteSpeed dapat menerima 39689 permintaan file static dalam satu detik

Pada bagan pengujuan tersebut hanya untuk melakukan pemanggilan file static yang bertujuan untuk mengetahui waktu respon dari masing masing web server. Lalu, bagaimana untuk file PHP ?

Pada hasil pengujian file PHP sederhana yang menampilkan teks “Hello World”, kita dapati bahwa Apache dan Nginx dapat memproses dalam jumlah yang sama untuk setiap detiknya. Namun, OpenLiteSpeed dapat memproses lebih dua kali lipat lebih banyak dibandingkan 2 web server lainnya.

Tentu saja percobaan belum selesai, pada masing masing web server sudah dioptimalkan dengan cache agar dapat bekerja lebih baik lagi. Hasil yang terpaut jauh berbeda kita dapati sesuai dengan bagan berikut.

OpenLiteSpeed kembali meminpin dengan berbandingan hingga 10x lipat dibandingkan Apache. Sedangkan untuk Nginx, lebih dari 2x lipat OpenLiteSpeed memimpin.

Kesimpulan

Hasil percobaan diatas dapat kamu coba sendiri. Kamu dapat menilai perbedaannya ketika kamu sendiri yang menggunakannya. Saya sendiri sudah berpindah ke OpenLiteSpeed sejak 3 tahun yang lalu. Kemapuan pemrosesannya sangat bagus dengan dioptimalkan oleh plugin LS Cache.

Semoga artikel Perbandingan OpenLiteSpeed dengan Nginx dan Apache dapat membantumu menentukan tipe web server apa yang akan kamu gunakan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.