Logika Pemrograman yang Wajib Dimiliki Programmer [PART 1]

Logika Pemrograman yang Wajib Dimiliki Programmer [PART 1]

Kursus Algorithm and Programming mempelajari tentang definisi algoritma, dasar pemrograman bahasa C, cara membuat program menggunakan bahasa C dan fitur-fitur dalam bahasa C. Kursus ini akan membahas secara rinci materi dasar konsep pemrograman menggunakan bahasa C.

Setelah menempuh kursus ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan tentang algoritma, mengenal dasar bahasa C sehingga mampu membuat program menggunakan bahasa pemrograman C. Dengan adanya bekal tersebut, peserta dapat melanjutkan ke tingkat pemrograman yang lebih kompleks dan mempermudah mempelajari bahasa pemrograman lainnya.

1. Pengenalan Bahasa C

Bahasa pemrograman C merupakan bahasa pemrograman komputer yang memiliki berbagai modul/ fungsi untuk menjalankan perintahperintah. Modul-modul tersebut disimpan di Standard Library. Selain modul bawaan, pengguna juga dapat membuat modul atau fungsi sendiri.

Cara memulai project bahasa C menggunakan Visual Studio :

  1. Buka program Microsoft Visual C++ Express.
  2. Buka menu File => New => Project.
  3. Pilih Empty Project.
  4. Isi nama project => OK
  5. Klik kanan di Source File => Add => New Item.
  6. Pilih C++ File (.cpp).
  7. Isi nama file.
  8. Memulai coding
#include <stdio.h>
void main ()
{
}

Penjelasan coding:

  • #include => cara menggunakan library fungsi agar dapat menggunakan fungsi atau modul yang sudah tersedia.
  • <stdio.h> => standard library untuk input output dan lainnya.
  • void main () => fungsi utama yang akan dijalankan pertama kali ketika eksekusi.

Beberapa aturan dalam pemrograman bahasa C yaitu:

  • Case sensitive : huruf kapital dan huruf kecil dianggap beda.
  • Setiap statement diakhiri oleh tanda ;
  • Nama variabel tidak boleh sama dan tidak boleh menggunakan kata kunci/ sintaks.
  • Cara memberikan catatan (comment) adalah menggunakan tanda // untuk 1 baris, dan tanda /* */ untuk sekumpulan code.

2. Variabel dan Tipe Data

Variabel yang dideklarasikan memerlukan memori untuk menampung nilai yang disimpan. Program akan memesan tempat di alamat tertentu sesuai memori yang dibutuhkan oleh variabel. Memori yang dibutuhkan oleh variabel ditentukan oleh jenis tipe data dari variabel tersebut. Dengan demikian, setiap variabel mempunyai nama, tipe dan nilai serta menunjuk ke suatu tempat dari memori komputer.

Contoh:

int x;

Penjelasan:

Program akan memesan tempat di memori untuk menampung nilai yang mempunyai tipe data integer. Untuk mengakses lokasi memori tersebut, kita menggunakan nama variabel ‘x’.

Dalam bahasa C terdapat beberapa tipe data. Masing-masing tipe data digunakan untuk menyimpan jenis data berbeda dan mengkonsumsi jumlah memori yang berbeda juga. Beberapa tipe data dalam bahasa C adalah sebagai berikut :

No.

Tipe Data

 

Fungsi

1.

int

 

Bilangan bulat

2.

float

 

Bilangan desimal

3.

char

 

Karakter

4.

string

 

Kumpulan karakter

Contoh :

int angka1 = 5;
float angka2 = 2.6;
char huruf = ‘A’;
char nama[20] = “Anto”;

3. Sintaks Input Output

Sintaks input digunakan agar program dapat meminta input kepada user. Sedangkan sintaks output digunakan untuk mencetak hasil di program. Fungsi-fungsi input output telah tersedia di standard library, yaitu file header “stdio.h”.

Beberapa fungsi untuk input antara lain:

No.

Sintaks

 

Fungsi

1.

scanf

 

Untuk membaca input sesuai format.

2.

getchar

 

Untuk membaca input 1 karakter

3.

gets

 

Untuk membaca string.

Format dalam scanf sesuai tipe data yaitu :

No.

Tipe Data

 

Format

1.

int

 

%d

2.

float

 

%f

3.

char

 

%c

4.

string

 

%s

Contoh penggunaan sintaks input :

int angka;
scanf (“%d”, &angka); fflush (stdin);
char huruf = getchar(); fflush (stdin);
char nama[20]; gets(nama); fflush (stdin);

Penjelasan :

  1. Code tersebut membuat sebuah variabel dengan nama “angka” dan tipe data integer. Setelah itu program akan meminta inputan user dan ditampung ke dalam variabel “angka”. Fflush(stdin) digunakan untuk mengosongkan buffer stdin (standard input), digunakan setelah scanf.
  2. Code tersebut membuat meminta input 1 karakter dan ditampung ke dalam variabel huruf.
  3. Code tersebut membuat sebuah variabel dengan nama “nama” dan tipe data kumpulan char. Setelah itu program akan meminta inputan user dan ditampung ke dalam variabel “nama”.

Beberapa fungsi untuk output antara lain:

No.

Sintaks

 

Fungsi

1.

printf

 

Untuk print sesuai dengan format

2.

putchar

 

Untuk print 1 karakter.

3.

puts

 

Untuk print string.

Contoh penggunaan sintaks output :

int angka = 5; 
printf(“%d”, angka);

char huruf = ‘A’;
putchar(huruf);

char nama[20] = “Anto”;
puts(nama);

Penjelasan :

  1. Code tersebut membuat sebuah variabel dengan nama “angka”, tipe data integer dan berisi angka 5. Setelah itu program akan mencetak isi dari variabel “angka” yaitu 5.
  2. Code tersebut membuat sebuah variabel dengan nama “huruf”, tipe data char dan berisi karakter A. Setelah itu program akan mencetak isi dari variabel “huruf” yaitu A.
  3. Code tersebut membuat sebuah variabel dengan nama “nama”, tipe data kumpulan char dan berisi kata “Anto”. Setelah itu program akan mencetak isi dari variabel “nama” yaitu Anto.

4. Operasi Aritmatika

Operasi aritmatika yang akan dibahas meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan modulus. Simbol dalam operasi aritmatika meliputi:

No.

Simbol

 

 

Fungsi

 

1.

 

+

 

Penjumlahan

2.

 

 

Pengurangan

3.

 

*

 

Perkalian

 

4.

 

/

 

Pembagian

5.

 

%

 

Modulus (sisa pembagian)

6.

 

++

 

Increment (ditambah 1)

7.

 

 

Decrement (dikurang 1)

Contoh:

int angka1 = 9;
int angka2 = 2;
int hasil;
hasil = angka1 + angka2; // 11
hasil = angka1 - angka2; // 7
hasil = angka1 * angka2; // 18
hasil = angka1 / angka2; // 4
hasil = angka1 % angka2; // 1

Pada increment dan decrement terdapat kondisi post dan pre. Untuk post, eksekusi increment/decrement dijalankan di akhir. Sedangkan pre akan menjalankan increment/decrement terlebih dahulu.

Contoh:

int angka = 5; 
int angka=5;
printf(“%d”, angka++);
printf(“%d”, ++angka);

Hasil: 5 Hasil: 6

5. Selection

Selection adalah konsep pemrograman untuk membuat struktur kendali pemilihan berdasarkan kondisi. Dalam proses seleksi, kondisi yang diuji dapat terdiri dari beberapa kondisi, sehingga membutuhkan operator logical. Logical operator yang sering digunakan yaitu && (AND) dan || (OR). Berikut tabel logical operator, yaitu :

Kondisi 1

 

Kondisi 2

 

AND

OR

True

 

True

 

True

True

True

 

False

 

False

True

False

 

True

 

False

True

False

 

False

 

False

False

Dalam bahasa C terdapat 3 jenis selection yaitu :

1. IF ELSE

IF ELSE merupakan struktur kontrol yang menjalankan statement setelah memeriksa suatu kondisi. Jika kondisi benar, maka statement dijalankan. Jika tidak benar, maka statement lain dijalankan.

Struktur code:

if ( <<kondisi1>>  )
{
<<statement1>>;
}
else if ( <<kondisi2>> )
{
<<statement2>>;
}
else
{
<<statement3>>;
}

Penjelasan:

  • Jika kondisi1 terpenuhi, maka statement1 jalan.
  • Jika kondisi2 terpenuhi, maka statement2 jalan.
  • Selain itu, statement3 jalan.

2. SWITCH CASE

SWITCH CASE merupakan struktur kontrol yang multiple-selection.

Struktur code:

switch ( <<variabel>> )
{
case << nilai1 >> :
<< statement1 >>; break;
case << nilai2 >> :
<< statement2 >>; break;
default :
<< statement3 >>;
}

Penjelasan:

  • Jika isi variabel sama dengan nilai1, maka statement1 jalan.
  • Jika isi variabel sama dengan nilai2, maka statement2 jalan.
  • Selain itu jalan statement3.

3. TERNARY

TERNARY merupakan selection yang sama seperti IF ELSE, akan tetapi memiliki code yang lebih singkat.

Struktur code:

<<variabel>>	=	(	<<kondisi>>	)	?	<<statement1>>	: <<statement2>>;

Penjelasan:

Jika kondisi terpenuhi, maka statement1 akan dijalankan dan ditampung ke variabel. Jika kondisi tidak terpenuhi, maka statement2 akan jalan dan ditampung ke variabel.

Arikel selanjutnya dapat dibaca di Logika Pemrograman yang Wajib Dimiliki Programmer [PART 1]